Cinta oh cinta.. ketika kau datang dunia seakan penuh
warna. Selalu teringat wajahnya, senyumnya, suaranya. Jantung berdebar ketika
didekatnya,memandanginya, ingin sekali diriku memilikinya. Aku akan terus
berusaha sampai aku mendapatkannya.
[ingat, ilustrasi JONES diatas bukan merupakan
ajaran islam, so don’t be JONES yaa]
Tapi itulah yang dialami remaja masa kini yang
sedang terkena virus merah jambu. Pikiranya melayang tertuju pada si dia.
Sampai-sampai tekad belajar yang kuat sekalipun dapat tergerus sedikit demi
sedikit. Naudzubillahmindzalik. Tetapi energi apa yang dapat mengalihkan dunia
seseorang seperti itu? Betapa besarnya energi itu! Itulah CINTA. Cinta
melahirkan energi yang luar biasa besarnya. Cinta juga melahirkan kepekaan yang
tinggi, inspiratif dan kreatif. Cinta mendorong seseorang melakukan sesuatu
untuk memperoleh apa yang dicintainya dan dalam proses mencintai terdapat
akselerasi dan eskalasi energi serta kemampuan yang luar biasa.seperti yang
dikemukakan Jalaludin Rumi ”para pecinta pasti mencari yang dicintai, berlarian
diatas wajah mereka bagai aliran air yang deras menuju
gelombangnya”. Jadi apa itu cinta? Mengapa bisa sedemikian hebatnya pengaruh
cinta pada diri seseorang? Cinta merupakan fitrah dari Allah SWT yang
ditanamkan di hati setiap insan untuk menangkap bentuk keindahan murni sehingga
menjadi aktual. Dan keindahan murni itu tidak hanya terbatas pada lawan jenis
ataupun sesama manusia. Namun,keindahan itu juga bisa berupa obyek-obyek yang
bersifat alamiah,angka-angka atau simbol-simbol,fenomena dan bahkan noumena.
Artinya jika obyek-obyek itu mampu menampakkan keindahannya yang murni, atau
kita dapat melihatnya sebagai keindahan murni maka tentu akan melahirkan cinta
dan energi yang dahsyat ini. Itulah mengapa terlahir berbagai jenis cinta-cinta
kepada negara,organisasi,ilmu pengetahuan,syariat,bahkan cinta kepada Allah
Yang Maha Agung,pemilik segala kehidupan.
Kembali ke judul kita yaitu belajar dengan cinta.
Dengan segala karakteristik cinta dan energi yang menyertainya,alangkah baiknya
jika cinta itu berada pada arah yang benar, bukan menjadi pengganggu
konsentrasi namun menjadi energi tambahan bagi kita dalam belajar. agar resultan
gaya dari cinta bernilai positif (bahasanya ckck) maka cinta itu haruslah cinta
yang dapat mendorong kita dalam proses belajar. Cinta
yang murni tanpa dibarengi dengan nafsu dan godaan syaitan laknatullah.
Contohnya adalah seperti cinta kita kepada Allah, cinta kepada orang tua,
keluarga dan cinta kepada diri kita sendiri. Kalo kita adalah hamba Allah yang
benar-benar cinta kepadaNya tentunya kita akan belajar sekuat kemampuan kita
karna belajar merupakan ibadah dan juga merupakan jihad disisi Allah.
Lalu belajar juga merupakan perwujudan cinta kita
kepada orang tua. Ibu dan ayah kita sangat menginginkan
agar kita bernasib baik, bahagia di dunia dan diakhirat. Dan tentunya
kebahagiaan di dunia maupun di akhirat
dapat diri dengan belajar alias menuntut ilmu seperti pada hadits
yang diriwayatkan oleh Bukhori
"kebaikan/ kebahagiaan di dunia dan di akhirat berserta ilmu. dan keburukan/bencana di dunia dan di akhirat berserta kebodogan"(HR.Bukhori)
`tidak
kalah pentingnya belajar bagi diri kita sendiri dan keluarga kita kelak.
Sekarang ini sudah semakin berlaku hukum alam yaitu yang tidak mempunyai ilmu
atau skill maka ia akan tersingkir. Seperti contohnya yang akan dialami
temen-temen yang sekrang kelas 12. Mereka dengan sibuknya belaja mempersiapkan
bekal ilmu untuk menghadapi ujian akhir dan tes-tes penerimaan universitas.
Jika mereka tidak mempersiapkan dengan matang, bisa kacau deh.
Cara
yang berikutnya yaitu dengan cara mengubah cara pandang kita terhadap pelajaran-pelajaran
itu. Hal yang paling penting disini adalah sukai dulu
gurunya, selalu lihat sisi positive dari guru itu, dan bila ada kekuranganya
maka cobaalah kita isi dan tutupi kekurangan tersebut hingga penuh dengan
keringat usaha kita. Sugestikan dalam diri kita bahwa kita bisa mempelajarinya dengan
mudah,lengkapi dengan Bismillah,jauhkan pikiran kita dari pikiran-pikiran
negatif dan terus positive thinking. Lalu kita akan dapat melihat keindahan di
dalam pelajaran itu. Sehingga kita dapat mencintai ilmu tersebut.
Kita
juga bisa menggunakan cara-cara belajar yang membuat kita enjoy, tentunya
dengan style masing-masing. Namun untuk lebih mencintai pelajaran tersebut
bayangkanlah penggunaan dari ilmu tersebut seperti menggunakan prinsip parabola
saat bermain PES, ataupun menggunakan prinsip-prinsip ekonomi saat melakukan bazar
disekolah. Maka belajar akan lebih terasa asyik. Dan bila pelajaran itu terasa
susah, La tahzan kawanku! Yakinilah segala sesuatu itu susah pada awalnya namun
akan semakin mudah seriing kita melakukanya. Seperti ketika kita kecil, awalnya
kita tidak bias berjalan, namun kita berusaha dari merayap, merangkak, berdiri,
lalu kita di titah ibunda kita untuk berjalan, ketika berjalan masih jatuh,
namun kini kita sudah bisa berlari sambil membawa
beban berat.
Seperti pada firman Allah
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan",(QS al insyirah a/6-7)
And
be strong kawan! Belajar itu gak aka nada ruginya. Antum belajar ga
berenti-berenti dari pagi ampe sore ditambah les lagi semua itu akan menjadi
kebaikan bagi antum. Maka berbahagialah dan cintailah pelajaran itu, cintailah
kegiatan belajar itu, cintailah dirimu, keluargamu, orang tuamu, bangsamu,
agamamu, dan menghambalah kepada tuhanmu dengan ibadah yang mantap dibarengi
dengan ilmu yang benar. Dengan menghadirkan cinta di setiap pembelajaran kita
insyaallah akan bertambah energy, semangat, konsentrasi, memori, akal, pikiran,
kondisi tubuh kita dalam jumlah yang luar biasa.
Wallahualam
bisahwab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar